buku_pemakaman_langit.gifMembaca review buku ini di Internet, jadi penasaran buat membeli dan membacanya. Akhirnya saya memahami sebuah film tentang kehidupan di negeri Tirai Bambu yang pernah saya tonton. Film itu sebenarnya juga nggak sengaja saya tonton, judulnya Xiu Xiu. Saya jadi memahami dan mengerti kenapa dan apa dorongan yang menyebabkan si tokoh mau untuk di tempatkan ke sebuah tempat asing dan tepencil di daratan China. Sedikit sekali yang saya ketahu tentang negeri atap dunia itu. Setelah membaca buku ini saya bisa merasakan keindahan negeri ini, keramahan dan betapa spiritualitas yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian penduduk Tibet.

Buku ini ngukapin sedikit tentang masa – masa China setelah perang saudara berakhir. Bagaimana perubahan politik dan sosial di negeri itu ketika itu. Tapi buku ini bukan nyeritain tentang itu. Tapi tentang perjalanan hidup seorang wanita China yang menjadi anggota medik dari pasukan pembebasan rakyat China. Bagaimana perjalanan hidupnya menemukan Kejun suaminya yang meninggal di Tibet.

Shu Wen yang baru saja menikah dengan Kejun selama tiga minggu harus rela berpisah karena Kejun ditugaskan di tibet sebagai prajurit medis. Setelah beberapa waktu Shu Wen tidak mendapat berita dari Tibet tentang Kejun. Tapi setelah 100 hari keberangkatannya tiba – tiba saja ia memperoleh berita bahwa Kejun meninggal di Tibet. Tapi tentara pembebasan tidak menyebutkan perihal kematiannya maupun mayatnya. Shu Wen yang tidak mempercayai kematian suaminya, masih berharap bahwa suaminya itu hanya tersesat di Tibet, terluka atau terpisah dari pasukannya dan suatu saat akan kembali.

Rasa itulah yang menyebabkan ia mendaftarkan diri sebagai anggota medis dari pasukan pembebasan agar dapat dikirim ke Tibet untuk mencari keberadaan Kejun ataupun beritanya. Tapi ternyata ‘petualangannya’ itu tidaklah mudah, setelah terpukau dengan lansekap Tibet yang indah. Ia pun harus menghadapi kenyataan ganasnya alam Tibet. Pasukannya dihadapkan pada serangan tiba – tiba yang menyebabkan anggota pasukan itu mati dengan dada tertancap belati tanpa diketahui siapa pembunuhnya.

Ia pun harus terpisah dari pasukannya dan ditolong oleh sebuah suku nomad. Ia pun akhirnya menjadi bagian dari suku nomad itu bersama seorang gadis tibet bernama Zhouma yang juga sedang mencari seseorang, sama seperti dirinya.

Buku ini juga menceritakan keindahan alam Tibet, lansekap yang luas tanpa manusia. Keheningan ‘absolut’ Tibet dan keindahan alam negeri atap dunia itu, bentangan langit tanpa batas. Waktu yang terasa berhenti dan tanpa waktu hidup di padang rumput itu hanya ditandai dari perubahan musim.

Bagaimana Shu Wen menghadapi alam Tibet dan hidup nomaden bersama keluarga Gela dan istrinya Serbao dan anggota keluarga mereka yang menerimanya selama bertahun – tahun untuk mencari kabar Kejun. Dan tentang legenda Sky Burial, sebuah upacara pemakaman Tibet yang sangat unik. Bagaimana Sky Burial atau pemakaman langit itu akan menghubungkannya dengan Kejun.

Sky Burial atau pemakaman langit adalah salah satu upacara pemakaman yang sangat unik di Tibet. Sebelum diberikan kepada burung – burung nazar, gagak dan elang. Jenazah dimandikan, kemudian rambut di seluruh tubuh di cukur habis, dibalut sehelai kain putih dan diletakkan dengan posisi duduk dengan kepala menunduk di atas lutut. Setelah memilih hari yang baik, jenazah digendong oleh seorang penggendong khusus ke altar pemakaman langit. Kemudian didoakan oleh para lama, setelah seorang guru pemakaman lagit meniupkan terompet tanduk, menyulut api murbei unutk mendatangkan burung nazar. Jenasah kemudian di pilah – pilah dengan cara tertentu meremukan tulang belulangnya dengan urutan yang ditetapkan ritual. Kemudian memberikannya kepada burung nazar, kadang diolesi dengan mentega Yak agar membuat burung nazar mau memakannya. Mereka beranggapan bahwa jiwa mereka akan dibawa oleh para burung nazar itu ke surga. Ini meniru Buddha Sakyamuni yang ‘mengorbankan’ tubuhnya dimakan oleh harimau agar ia bisa mencapai nirwana(hal. 225-226). Kelihatannya memang kejam tapi bagi orang Tibet pemakaman langit adalah sebuah upacara yang suci sebagai bentuk keselarasan antara Bumi dan langit, spiritualitas tidak bisa dipisahkan dari keseharian mereka.

“Manusia adalah bagian dari alam,” mulainya. “Kita datang ke dunia secara alami dan meninggalkannya secara alami pula. Kehidupan dan kematian merupakan bagian dari roda reinkarnasi. Kematian tak perlu ditakuti. Manusia menanti kehidupan berikutnya dengan penuh semangat. Tatkala api disulut dari rerantingan murbei pada situs pemakaman langit, terbentanglah sebuah jalan lima-warna antara surga dan bumi,… hal.225

Buku ini tentang kisah cinta, kehilangan, penemuan, kekuatan, ketegaran dan bagaimana semuanya dirangkai menjadi satu, dalam petualangan Shu Wen mencari Kejun. Bagaimana akhirnya dapatkah Shu Wen ‘menemukan’ Kejun setelah bertahun – tahun? Buku ini berdasarkan kisah nyata yang di tuturkan Wen kepada penulisnya Xinran.

Iklan