Dan sang penghibur itu telah bekerja,
ia bekerja dengan diam
di benakku yang padam
“apa yang kau mau?”
“tidak kau tahu?”

Dan sekali lagi dia bekerja,
tidak harap dipuja
tanpa pinta bekerja
“apa maumu?”
“hanya senyummu!”

‘Sang Penghibur’ itu ada lagi,
dalam setiap hela nafasku
aku tahu karena dia ‘kamu’
“Aku sedang kelu”
“Tidak, maju ayo maju”

Ku usir lagi si ‘dia’
tapi kembali dengan suka
pada saat ku duka
“Aku sedang luka”
“Mari bersuka-suka saja”

“Dasar Gila!”
“Terserah kau saja;
mari bersuka!”

Inspirasi dari lirik lagu padi – sang penghibur

Iklan