Fana
mengalir dari dekapan
kosong

apa yang kucari?
dari hidup

pernah kupegang ekornya
tapi putus
lari bersama raganya

hilang
ditengah kabut terbutakan
ditengah cahaya silau
buta di malam yang kelam

Ya Tuhan..
apa lagi ini?
berlutut di tanahmu
kegenggam pasir

dari tanah
kembali ketanah

musnah, sirna
hanya kebaikan yang abadi
menjadi cahaya bagi nurani

pelita di tengah taifun ganas
bagi sampan di lautan lepas
perahu yang terombang-ambing
dari subuh sampai petang

yang hanya menjadi keledai
tanpa ada yang menilai
apa arti dari semua ini

Ya Allah…
selamatkanlah aku…
dari derita tak berujung ini
hidup, muda, tua, sakit, mati

samsara yang abadi
entah apa yang terjadi,
jika tiada suluhmu
perih tersayat di perjalanan

nyatakah semua ini?
cuma ilusi?

tapi kemana perginya waktu?
dunia simbolis,
memento bagi memori

dan aku tenggelam
kedalam riuhnya aku
yang menjadi besar

tanpa sadar
akan kebesaranNya
aku menjadi kerdil

dikerdilkan oleh ruang dan waktu yang fana,
mencari diri sendiri
dan makna mencari,
sesuatu yang kurasa pergi
padahal ia ada berlindung pada jiwaku

jiwaku yang resah mencari
kedalaman makna arti
tentang bumi yang berevolusi
bukan tentang diri sendiri

dan aku terdadahkan
oleh aral yang terjadi
yang tiba menjadi hikmah
pelajaran penuh arti

bagi diri pribadi
yang rindu
akan cahaya Ilahi

Iklan