wheat_harvest.jpg

Sayangku masih ingatkah kau saat itu.
Saat bunga – bunga musim semi bermekaran di jalan – jalan di Chile.
Dan sebuah dunia khyalan yang kita ciptakan.

Dan kaupun datang
bagai daun kering yang tertiup musim semi itu.
Bersama putik – putik bunga terbang dan melekat di kelopaknya.

Dan tiba – tiba bagai awan ia menjadi lembut,
seperti kapas yang menyerap segala nuansa.

Dan embun itu menjadi pelangi
memancar dari senyummu yang indah

Dan kau pun berkata tentang sebuah ruang
tempat kita bisa bersama.
Mengisi kanvas lukisan yang kita lukis.

Lukisan yang kita lukis bersama
sebuah landscape yang kita inginkan.

Dan kaupun tersenyum.
Sayangku betapa indahnya senyummu
seandainya kau tahu itu.

Iklan