pans-labirinth3.jpgNonton DVD ini terasa seperti melihat versi yang lebih gelap/kelam dari The Chronicles of Narnianya C.S. Lewis. Apa yang dirasakan seorang gadis kecil yang sedang terbaring menantikan ajalnya, ia menderita, menjadi korban dalam sejarah masa lalu Spanyol yang kelam. Terperangkap dalam dunia yang penuh kekerasan, dunia yang real, dunia yang seharusnya nggak dirasakan oleh anak sekecil itu. Yang seharusnya masih bisa mendengar buaian nina bobok seorang Ibu, sayangnya ia harus menghadapi itu semua. Spanyol setelah perang sipil pada tahun 1944, setelah diktator Jendral Francisco Franco memenangkan perang sipil di Spanyol. Menyisakan sedikit perlawanan dari gerilyawan di daerah Spanyol utara yang terpencil dan berbatasan dengan negara lain. Ofelia harus pindah dari Ibukota ke daerah terpencil mengikuti ayah tirinya Kapten Vidal seorang fasis yang kejam. Dengan Ibunya yang sedang mengandung adik laki – lakinya, Ofelia yang kesepian dan merasa asing menciptakan sendiri dunianya. Dunia yang berisi tentang negeri dongeng dimana ia bertemu dengan sesosok makhluk bernama Faun di sebuah labirin dekat benteng pertahanan itu. Sebuah labirin yang sudah ada jauh sebelum perang dan bahkan mungkin sebelumnya, fantasinya mungkin merupakan sebuah ‘kompensasi’ psikologis seorang anak dari dunianya yang berisi kekerasan yang biasa dilakukan Ayahnya dan kekerasan yang biasa dilihatnya pasca perang sipil, Spanyol dibawah rezim fasis Jendral Francisco Franco. Sebuah Dark Fantasy yang menarik.

***

Ofelia seorang gadis yang suka membaca dongeng, ia harus ikut Ibunya Carmen pindah kesebuah tempat terpencil di utara Spanyol. Sebuah kubu pertahanan terluar pemerintah terhadap sisa – sisa gerilyawan yang bersembunyi di gunung. Ayah tirinya Kapten Vidal pemimpin di Military Outpost tersebut, seorang yang kejam. Ibunya yang sakit dan mengandung adik laki – lakinya, Ofelia yang kesepian dan merasa asing menciptakan sendiri dunianya. Dunia yang berisi tentang negeri dongeng.

Di post militer itu ia berteman dengan Mercedes, pengurus rumah tangga disitu. Mercedes rupanya adalah seorang informan bagi para gerilayawan yang salah satunya adalah Pedro saudaranya sendiri. Ia berusaha melindungi Ofelia dan juga Ibunya dari kekejaman ayah tirinya. Sang Kapten nggak akan segan membunuh siapapun yang nggak sesuai dengan kehendaknya, bahkan ketika seorang pemburu kelinci ditangkap karena dituduh memberontak karena membawa senjata ia langsung membunuh orang itu dengan kejam tanpa sedikitpun mendengar penjelasannya. Walaupun pemburu tersebut sudah mengatakan bahwa ia berburu untuk keluarganya yang sedang sakit dan kelaparan yang dibuktikan dengan ditemukannya seekor kelinci yang sudah mati didalam tas mereka.

Ayah tirinya Kapten Vidal seorang fasis, sebagai seorang militer ia menyadari bahwa suatu saat ia akan mati, mungkin dibunuh oleh gerilyawan atau pertempuran. Ia selalu menyimpan arloji, arloji yang akan dipecahkannya pada waktu kematiannya seperti yang dilakukan ayahnya seorang perwira militer yang meninggal ketika Spanyol menyerang Maroko. Ia berharap hal itu akan meperlihatkan ketegarannya mengadapi hari kematiannya sendiri yang akan diperlihatkan kepada anaknya kelak. Itu yang membuat ia tidak akan segan untuk membunuh siapapun yang menghalangi jalannya. Ia berkata kepada dokter yang merawat istrinya, kalaupun pada waktu nanti istrinya melahirkan dan harus memilih antara menyelamatkan istrinya atau bayinya ia lebih memilih menyelamatkan bayinya dari pada istrinya.

Sementara ayah tirinya berusan dengan para gerilyawan, Ofelia pada suatu malam terbangun dari tidur dan melihat seekor serangga yang ditemuinya dihutan. Serangga itu berubah menjadi peri dan mengantarnya menuju labirin dan bertemu sesosok makhluk ajaib bernama Faun. Faun berkata bahwa ia adalah pelayannya dan sebenarnya Ofelia adalah putri dari Raja Underground Realm, Putri Moanna yang sudah meninggal. Underground Realm adalah dunia yang nggak ada kebohongan dan rasa sakit. Putri Moanna meninggal karena terpikat dari dunia manusia dan meninggalkan dunianya, ketika ia keluar dari duniannya sinar matahari mmebutakan matanya dan menhapus ingatannya, kedinginan dan kesakitan ia akhirnya meninggal. Raja merasa sedih dengan meninggalnya Putri Moanna tapi menyadari bahwa spiritnya akan kembali ke dalam diri seseorang walupun di ruang dan waktu yang lain. Faun memberi Ofelia sebuah buku Crossroads yang akan memandunya melakukan tiga buah tugas yang harus dilakukannya sebelum bulan purnama. Tiga tugas itu akan dapat membawanya kembali ke dunianya dan bertemu dengan ayah dan ibunya disana.

Tugas pertama adalah mengambil sebuah kunci dari perut kodok raksasa yang menghuni akar pohon yang sudah tua di hutan. Ia berhasil melakukan tugas tersebut, tapi kuatir akan kondisi Ibunya yang memburuk Faun memberinya akar Mandragora / Mandrake yang dapat menyembuhkan Ibunya. Tugas kedua ia harus mengambil sebuah belati dari ruang yang dijaga oleh sesosok makhluk yang aneh yang duduk diam di ujung sebuah meja yang berisi banyak sekali makanan, ia diperingatkan oleh Faun agar tidak memakan makanan apapun yang terdapat dimeja walaupun ia ingin sekali memakannya dan harus kembali sebelum pasir yang terdapat pada jam pasir habis. Ofelia berhasil mendapatkan belati itu tapi melanggar larangannya, ia memakan dua buah anggur yang akhirnya membangunkan makhluk itu. Makhluk itu bangun dan memakan dua orang peri yang ikut bersama Ofelia, ia hampir saja menangkap Ofelia yang berhasil lolos. Faun yang mengetahui Ofelia telah melanggar larangannya marah dan menolak memberikan tugas ketiganya.

Sementara itu Kapten Vidal berhasil menangkap seorang pemberontak, ia berhasil mengetahui bahwa Merceder adalah seorang infroman bagi para pemberontak. Pemberontak itu akhirnya meninggal setelah disuntik mati oleh dokter yang menolong Ibu Ofelia karena permintaannya sendiri. Selama ini Dokter itu juga turut membantu pemberontak dengan menyediakan obat – obatan bagi mereka secara rahasia. Dokter itu akhirnya meninggal ditembak oleh Kapten. Tanpa sengaja ia melihat Ofelia yang sedang memerikasa akar Mandrake di bawah tempat tidur Ibunya, Kapten Vidal dan marah dan menyuruh seseorang untuk mengurung Ofelia di kamar. Ofelia yang mencoba menjelaskan kepada Kapten dan Ibunya bahwa akar adalah akan Mandrake yang dapat menyembuhkannya mengatakan bahwa ia terlalu banyak membaca cerita dongeng. Ibunya membuang akar mandrake ke dalam perapian, akar mandrake itu menjerit karena panas. Setelah akar mandrake itu dibakar kondisi Ibunya semakin buruk, ia meninggal setelah melahirkan adik laki – laki Ofelia.

Mercedes yang mencoba melarikan diri menemui Ofelia di kamarnya, Ofelia memaksa untuk ikut dengan Mercedes lari. Sang Kapten yang tahu peran Mercedes menangkapnya dan menyiksanya sedangkan Ofelia dikurung di kamarnya. Mercedes yang telah tertangkap, ditanyai dan disiksa oleh Kapten berhasil lolos dengan pisau yang disembunyikannya, ia memutuskan tali pengikatnya dan bahkan berhasil melukai Vidal dengan parah. Ia memperingatkannya agar jangan lagi menyiksa Ofelia dan lari menuju hutan dikejar oleh para pasukan berkuda. Mercedes terkepung tapi lolos setelah ditolong oleh para gerilyawan.

Ofelia yang dikurung oleh ayah tirinya bertemu dengan Faun lagi. Ia telah memaafkan Ofelia dan memberinya tugas terakhir, ia harus membawa adiknya ke labirin itu. Ofelia yang berhasil keluar dari kamarnya melalui pintu yang digambarnya menggunakan kapur ajaib pemberian Faun berhasil menyelinap ke kamar Kapten Vidal. Hampir saja ketahuan oleh ayah tirinya, untunglah ketika itu masuk seorang prajurit yang melaporkan bahwa pasukan yang mengejar Mercedes pulang dalam dalam keadaan terluka. Seorang anak buahnya yang paling ia percaya Garces mati dan Serrano wakilnya juga terluka.

Setelah ayah tirinya keluar dari kamarnya Ofelia meneteskan obat penenang yang diberikan oleh Dokter Ibunya ke minuman ayahnya. Ofelia membawa adiknya tapi sebelum keluar, ayahnya telah kembali ke kamarnya. Ia meminum minumannya, Ofelia yang hampir saja berhasil membawa adiknya tanpa ketahuan ayahnya ketahuan setelah pada waktu bersamaan sebuah bom dari gerilyawan yang meledak membuat sang kapten terkejut dan melihat Ofelia membawa adiknya sudah berada di berada di ambang pintu keluar kamarnya. Sang Kapten berusaha membujuk Ofelia untuk menyerahkan adiknya, tapi Ofelia malahan berlari menuju ke labirin dikejar ayah tirinya yang sudah mencabut pistolnya dan berjalan terhuyung menuju labirin.

Sementara para gerilyawan dan Mercedes telah berhasil merebut post militer itu menuju kamar Ofelia yang ternyata telah kosong. Ofelia akhirnya bertemu Faun yang menyuruhnya untuk menyerahkan adiknya sambil membawa belati. Ia berkata dibutuhkan setetes darah seorang yang masih suci buat membuka portal menuju ke Underground Realm. Ofelia menolak menyerahkan adiknya, ia lebih memilih keselamatan adiknya. Ayah tirinya yang berhasil menyusulnya melihat Ofelia sedang berbicara sendiri, Ofelia kemudian menyerahkan adiknya kepada ayah tirinya yang kemudian menembaknya. Kapten Vidal yang kemudian keluar dari labirin menyadari telah dikepung oleh para gerilyawan, ia menyerahkan bayinya dan menyadari kematiannya akan datang mengambil arlojinya. Ia berkata kepada Mercedes agar ia memberikan arloji tersebut kepada anaknya kelak agar ia bisa mengetahui waktu kematian ayahnya dan bahwa ayahnya seorang yang pemberani. Tapi Mercedes menolaknya dan mengatakan bahwa anaknya kelak bahkan tidak akan mengetahui siapa nama ayahnya. Kemudian Pedro mengambil senjatanya dan menembak sang kapten di kepala. Mercedes kemudian mencari Ofelia di tengan labirin dan menemukan Ofelia yang sedang sekarat kemudian menyanyikan lagu selamat tidur baginya seperti yang biasa dilakukannya. Ofelia kemudia bertemu dengan Raja dan Ratu Underground Realm, Faun kemudian berkata bahwa ia telah melakukan tugasnya. Ia telah menggantikan darah seorang yang suci dengan darahnya sendiri, itu merupakan tugas yang lebih sulit dan ia telah berhasil. Ia akhirnya dapat berkumpul kembali dengan Raja dan Ratu Uderground Realm. Sementara Mercedes menyaksikan Ofelia tersenyum seakan ia telah bertemu sesuatu yang diimpikannya.

Iklan