amores_perros_poster.jpgSebuah anthology film di sutradarai oleh Alejandro González Iñárritu, 3 buah cerita yang menceritakan tentang manusia – manusia yang mencoba untuk mengapai hidup lebih baik berakhir dengan kemalangan, tokoh – tokoh dalam ketiga kisah itu malah terjebak kedalam hidup yang lebih gelap dan mengerikan. Semua kisah itu diikat oleh sebuah peristiwa kecelakaan mobil yang merubah ‘jalan’ ketiga kisah cerita yang berbeda.

Susana adalah istri dari Ramiro kakak Octavio, Octavio nggak menyukai perlakuanya terhadap Susana. Octavio yang mencintai Susana mencoba meyakinkan Susana untuk meninggalkan Ramiro dengannya. Susana yang hamil menyembunyikan kehamilanya karena takut Ramiro akan marah sedangkan ia juga masih mempunyai bayi yang masih kecil. Ramiro bekerja di departemen store pada siang hari tapi menjadi penjahat / perampok bank di malam hari untuk menghidupi keluargannya.

Membutuhkan uang untuk lari Octavio terlibat dengan bisnis gelap pertarungan anjing, ia mempertarungkan anjing Ramiro yang setiap hari dirawatnya dan nggak dipedulikan oleh Ramiro. Awalnya semua berjalan lancar, Susana yang mulai yakin akan cinta Octavio menerima uang hasil pertarungan anjing dan menyimpannya sesuai petunjuk Octavio. Tapi semuanya menjadi kacau ketika Cofi anjingnya ditembak oleh rivalnya yang kemudian ditikamnya. Terjadilah kejar – kejaran mobil, kawan – kawan orang yang ditusuk itu mengejar dan menembaki mobilnya. Setelah melintas sebuah trafic light yang sedang berwana merah terjadilah kecelakaan yang menyebabkan kematian sahabatnya dan Octavio cedera parah.

Valeria seorang model baru saja mendapatkan kontak dan pindah ke apartement baru yang dibelikan oleh kekasih gelapnya seorang penerbit majalah yang sukses Daniel yang telah berkeluarga. Semua impian Valeria harus berakhir ketika mobilnya tertabrak di persimpangan oleh mobil Octavio, hingga menyebabkan kakinya terjepit dan cedera parah. Ia harus menghadapi kenyataan harus berada di kursi roda selama masa penyembuhan kakinya. Tiba – tiba anjingnya menghilang di bawah lantai rumahnya setelah mengejar bola yang dilemparnya, hilangnya anjing itu selama tiga hari telah menyebabkan konflik yang semakin meruncing dengan Daniel dan menyembabkan amputasi kakinya disebabkan karena infeksi setelah mencari anjingnya di bawah papan lantai apartementnya. Setelah diamputasi maka hilanglah segala impian dan karir modelnya dan dibatalkannya kontaknya dengan sebuah perusahaan parfum. Daniel harus menghadapi kenyataan meninggalkan anak dan istrinya demi Valeria yang sekarang diamputasi kakinya dan kehilangan kariernya sebagai model.

El Chivo seorang yang hidup dijalanan bagai tunawisma dan memelihara anjing – anjing yang dibuang oleh tuannya di jalan. Ia mantan seorang guru yang mengikuti kata hatinya dan menjadi gerilyawan meninggalkan kehidupannya yang bahagia dengan istri dan seorang putrinya. Hal itu menyebabkan ia dipenjara, hingga istrinya harus membohongi putrinya Maru mengatakan bahwa ayahnya sudah meninggal dan kemudian menikah lagi. Setelah dibebaskan ia hidup sebagai seorang pembunuh bayaran, pada suatu hari ia memperoleh pekerjaan unutk membunuh seseorang yang ternyata adalah saudaranya sendiri. Ia hampir saja membunuhnya ketika terjadi kecelakaan mobil Octavio, ia kemudian menolong Octavio dan juga anjingnya. Karena dikira sudah mati anjing Octavio ditelantarkan saja di pinggir jalan dan diselamatkan olehnya, yang menyedihkan ketika dia pergi Cofi yang dilatih untuk bertarung membunuh semua anjingnya. Ia hampir saja membunuh Cofi, tapi menyadari bahwa hidupnya nggak lebih baik dari anjing itu. Ia akhirnya menculik client serta korbanya dan mengikat mereka berdua dan mengatakan bahwa mereka seperti Cain dan Abel, membiarkan mereka menyelesaikan sendiri masalah mereka dengan meninggalkan sebuah pistol dan membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Ia kemudian berusaha menghubungi putrinya dan meninggalkan pesan pada mesin penjawab telepon dan meninggalakan uang untuknya, tapi tetap ia nggak berani menghadapi putrinya dan memilih untuk pergi meninggalkanya dengan meninggalkan pesan di rumahnya yang sedang kosong.

Film ini merupakan González Iñárritu “death trilogy” yaitu film Amores Perros, 21 Grams dan Babel. Scene dimulai dengan kejar – kejaran mobil dan kecelakaan mobil, kemudian kisah flashback ke tiga kisah berbeda yang terkait dengan kecelakaan itu. Beberapa visual dalam film ini tidak cocok buat anak – anak, seperti adegan seks, kekerasan dan darah. Dan di awal filmnya ditulis bahwa nggak ada binatang yang dilukai dalam pembuatan film ini.

gambar dari en.wikipedia.com

Iklan