Agustus 2007


wheat_harvest.jpg

Sayangku masih ingatkah kau saat itu.
Saat bunga – bunga musim semi bermekaran di jalan – jalan di Chile.
Dan sebuah dunia khyalan yang kita ciptakan.

Dan kaupun datang
bagai daun kering yang tertiup musim semi itu.
Bersama putik – putik bunga terbang dan melekat di kelopaknya.

Dan tiba – tiba bagai awan ia menjadi lembut,
seperti kapas yang menyerap segala nuansa.

Dan embun itu menjadi pelangi
memancar dari senyummu yang indah

Dan kau pun berkata tentang sebuah ruang
tempat kita bisa bersama.
Mengisi kanvas lukisan yang kita lukis.

Lukisan yang kita lukis bersama
sebuah landscape yang kita inginkan.

Dan kaupun tersenyum.
Sayangku betapa indahnya senyummu
seandainya kau tahu itu.

365335823_c2673d0a61.jpg Kesadaranku mungkin telah hilang, bagai mendaki gunung yang terjal, aku melorot dengan cepat menuruni lereng yang terjal. Keringat bercucuran menetes membentuk aliran air laut yang asin yang membekas di kemeja disekitar ketiakku. Semua itu seperti nafasku yang satu dua, antara mendaki dan menuruni bukit itu dengan deras. Terbit dan ada seperti matahari panas dan menyengat menimbulkan bau apak yang menipak di kemejaku.

Antara gelap dan terang, berkedip kelopak mataku. Tetes asin kristal – kristal sekresi, keringat menetes memasuki mulutku. Asin, garam yang menegenai bibir pecahku yang berdarah. Di jotos dengan keras, membiru, semua tanpa recana kujilat sedikit dengan lidahku asin dan anyir. Plok! Sebuah tamparan mengenai pipiku. Kebas pipiku terkena, sakit dan menjadi keras. Duak! Jotosan yang telak mengenai bibirku, asin dan anyir, keringat masuk di mulutku mengelontor menuju kerongkongan dan lambungku.

Surga dan Neraka yang bagai tipis jaraknya. Seperti seorang yang menunggu di tengah garis, kiri atau kanan?. Lampu pijar yang maju mundur menimbulkan bayang yang membesar dan mengecil bagai iblis yang menggoda manusia dengan kenikmatan menuju neraka jahanam. Siapa yang tertawa? Iblis. Hmm… tapi itu manusia. Cuih… seseorang meludah mengenai kakiku. Bagai pendulum, semua itu berima, pukulan dan tendangan yang ritmis.

Ini siang atau malam? Tidak penting karena aku berada di ruang kedap waktu. Yang nggak real tapi nyata. Menyisip di antara suatu yang real hingga manusia – manusia nggak menyadari bahwa itu ada. Di diamkan bagai anjing di tengah kerumunan manusia komuter yang berjalan di pagi hari dengan kereta menuju kota, yang tidak peduli dengan seekor anjing yang keluyurun sedirian mengais sampah dan makan sisa. Tidak cukup penting bagi kehidupan yang statis dan ajeg, nggak cukup penting buat mengguncang kesadaran yang sengaja diciptakan. Dengan mengatas namakan kestabilan.

Pikiaranku sesaat bagai debuai semilir angin. Aneh tidak lagi terasa sakit itu, setelah beberapa kali otakku mengirimkan seuatu zat yang menyebabkan itu semua terasa bagai sebuah sensasi sensual saja. Terasa nikmat bahkan terasa erotis. Nalarku dihembus badai huricane, kabur, mana nyata mana maya. Sekerjap bening tapi sekerjap kabur. Lambungku yang kosong terasa sakit oleh asam, asin dan anyir.

Siapa Senor? Dia bertanya. Siapa?. Ya Siapa Senor? Dengan siapa kamu merencanakan itu semua?. Merencanakan apa?. Keparat dan bak – buk ditambah tendangan. Maaf saya tidak mengerti Senor. Dasar bebal, keledai, babi, anjing – anjing buduk tak ber-Tuhan. Dan di belakang itu tidak sunyi, terdengar hinggar bingar suara music dance yang menghentak di mansion itu. Mengaburkan apa yang terjadi di dalamnya. Tapi orang – orang tidak bisa ditipu. Bagai anjing mereka bisa mecium bau sosis dan daging steak panggang ribuan kilometer dari sumbernya. Tapi mereka tidak berdaya, tempat itu merupakan ‘pesta’ private yang nggak mengundang siapapun kecuali hantu lapar dan arwah yang nggak punya nama, tempat dan tanggal lahir bahkan nisan.

Selamat anda telah diundang di pesta ini! Segera siapkan nyali anda kalau anda sudah tahu akan diundang. Sudah dapat undangan? undangan yang segera menjadi gosong dan hitam begitu kau buka. Segeralah bawa bekal anda segala amal langit dan bumi anda. Ciumlah Ibu anda, bagi yang sudah punya kekasih, istri, suami atau keluarga segeralah cium mereka. Jangalah janjikan apapun pada mereka yang akan membuat mereka cengeng, karena itu berilah mereka kartu nama saja beserta tulisan ‘I love you’ atau sejenisnya. Dan tabahkanlah hati mereka karena mereka tidak akan bisa menemukan batu epigraph yang ditaman di tanah berumput yang suci itu.

Tanah berumput yang diatasnya tumbuh, epigraph dari batu dan pohon – pohon kasih sayang para keluarga. Yang tumbuh diatasnya juga bunga Daffodil yang selalu mekar di musim semi. Di situ terdapat sebuah rumah dengan ranjang yang hangat dimusim dingin buat mereka yang tinggal. Tidak kami tidak akan mendapat itu, hanya ada para gagak dan nazar yang akan membawa remah – remah debu ditemani cacing dan belatung. Tapi kami akan menjadi angin hangat yang menghembuskan angin musim semi yang akan membuat mekarnya bunga – bunga di taman anak – anak kami. Anak – anak dari para debu dan tanah yang berterbangan diterpa angin musim kering sebuah negara yang kerontang.

Ibu jangan menagis setelah Ayah pergi para durjana itu hanya akan dapat membawa bayangan saja tapi tidak jiwa kami, spirit kami akan selalu ada pada jahitan dan rajutan kain kebajikan yang selalu karajut dan kaujahit lagi apa bila bolong. Baju – baju hangat buat anak – anak kami para manusia – manusia debu dan tanah. Dan diluar hujanpun semakin deras, titiknya memecah kehangatan hati setiap insan ber-Tuhan. Karena peristiwa yang terjadi akan dicatat pada lembaran – lembaran kelabu dengan tinta darah kami para hantu lapar tak punya nama dan tinggalah epigraph itu tergelatak dihati anak kami.

***

Senor! Kemana kau bawa anak kami, anak yang lahir dari rahim yang kau kehendaki akan menjadi awal bukan akhir. Apakah ini akhir? Akhir dari mimpi masa depanmu. Masa depan negeri ini. Kumohon jangan, biarlah kami para Ibu yang pergi saja memenuhi undanganmu. Kami sudah tua dan mungkin memang butuh fiesta dan tentu saja siesta yang panjang untuk bertemu denganNya.

Mereka masih lama dan sadarkah kau Senor! Mereka itu adalah sempalan dari dirimu sendiri. Secuil daging dari jantung dan hati seandainya kamu masih punya itu. Tapi secuil daging itupun mungkin telah kaumakan, tapi masihkah ada sedikit sisa disana, di piring makanmu. Segenggam gandum dari tanah – tanah kami yang suci, yang tumbuh menguning dari pertanian kami. Kemudian kau rontokan dan kau jadikan ia sarapan pagimu yang hangat.

Karena itu janganlah kami segerombolan manusia kalah ini yang telah menjadi alas kakimu tersingkir oleh deru kalashnikovmu. Ketika itu pagi – pagi buta sekumpulan serdadu menyerbu, dalam sepoi – sepoi angin subuh kudengar bisik mereka. ‘caravan kematian’ kata mereka, sebuah caravan?. Kami sebagai sekumpulan debu dan tanah tidak mengerti. Yang kami mengerti adalah angin itu tiba – tiba berubah, entahlah apa yang kami rasakan. Sedangkan sang angin sebelumnya belum selesai berpamitan kepada para biarawan, ia telah kau usir pergi sebelum para biarawan itu mengucapkan sakramennya kepada sang raja.

Dengan Abrakadabra dan Hocus Pocus, kau sihir para pendeta itu. Dan kami para manusia debu dan tanah merasa kecut, sebuah kelebat yang dilihat oleh Mozart. Sesosok lelaki dengan jubah dan kerudung hitam yang dilihatnya sebelum ia menciptakan requemnya yang syahdu. Dan tiba – tiba salak anjing – anjing, menjilat pantat – pantat dan muka si pahlawan kesiangan. Dengan tanda pangkat dari kaleng rombeng yang segera kau sematkan sebagai tanda ketaatan. Menyihir mereka dengan lullaby yang indah menuju ranjang peraduan mereka di rumah.

Dan perapian di istana itu sekarang terbakar. Terbakar oleh arang, arang dari tulang tengkorak yang kau ambil dari catacomb. Catacomb yang kaubuat di hati kami para Ibu. Asapnya membumbung tinggi menyebarkan jerebu yang kelak pasti menyelimuti hati setiap insan negeri ini. Dan para liliput yang tiba – tiba menjadi raksasa telah mecengkeram kami semua dengan rasa itu. Sebuah bayangan utopis tentang sesuap gandum dan sepotong kue ulang tahun bagi setiap makhluk negeri.

Senor sekali lagi kumohon jangan bawa anak kami. Ia hanya menirukan suara melilit dari perut kosong. Tiada berparasangka dan dusta, coba tanyakanlah hal itu pada kamu. Iya diri kamu yang barusan ada tapi telah kaubunuh. Itu proyektilnya masih ada, karena kau dulu kami manusia debu dan tanah sebelum kau bunuh kamu.

Tapi sia – sia dan malam telah larut, menyisakan sepotong bulan tersaput gelap. Awan yang berarak sejak subuh tadi, membawa angin yang salah musim. Sebagai pertanda tentang apa yang terjadi. Dan kami para Ibu telah kosong, tiada lagi air dari mata kami. Air itu telah jatuh menjadi hujan malam ini yang mengirimkan kebekuan kepada para gelandangan yang telanjang. Ia telah menjadi gelandangan hari ini, terusir, terlunta dan sia. Berjalan diantara ratapan perih kami para Ibu yang berharap secuil darah dan daging kami kembali.

Nak relakanlah suamimu itu. Ia telah pergi bersama angin, rawatlah cucuku agar nanti ia bisa menerbangkan layangan itu. Biarkan ia bermain layang – layang di tanah lapang itu nak, layangan itu akan mengantar celoteh cucuku kepada burung merpati. Burung merpati yang membawa setangkai cemara itu, yang akan mengantarkan celoteh cucuku kepada sang angin.

Kini tinggalah kemeja anakku itu, kemeja rombeng yang sudah sobek disana – sini. Biarlah ia menjadi perca, akan kutisik dan kujahit satu persatu menjadi selimut hangat untukmu anakku. Dan lihatlah di dalamnya anakku, ada sepotong lukisan. Lukisan yang mengisahkan tentang negeri kami, yang dilukis dengan warna merah. Biarlah ia mengabarkan kepada setiap makhluk di dunia tentang kau anakku. Tentang manusia debu dan tanah yang telah menjadi angin musim semi bagi kami.

***

Sayangku aku mengerti kenapa kau menagis. Tidak bukan karena kesedihan. Tetes air matamu itu telah jatuh dan menjadi sungai. Sungai yang akan menghanyutkan segala pedih perih ini menuju ke lautan itu. Lautan yang telah menampung segalanya dengan rela. Karena kami pun telah di relakan olehmu dan juga oleh anak – anakku yang telah kau lahirkan dari rahimmu.

Kami telah purna, telah usai berpesta. Tinggalah sisa – sisa semua yang harus disingkirkan kedalam tong sampah. Ibu tolong jagalah mereka Bu. Jagalah mereka cucumu agar mereka dapat leluasa bermain layang – layang di tanah berumput itu Bu. Dan kalau kau merasakan angin hangat musim semi, yakinlah Bu. Bahwa semua kebohongan akan musnah, ia telah tertiup badai huricane menuju ke lautan pasifik atau mungkin membeku di daratan patagonia yang dingin.

Kala itu, Santiago, Chile, September 11 1973

220807 1:18AM

pans-labirinth3.jpgNonton DVD ini terasa seperti melihat versi yang lebih gelap/kelam dari The Chronicles of Narnianya C.S. Lewis. Apa yang dirasakan seorang gadis kecil yang sedang terbaring menantikan ajalnya, ia menderita, menjadi korban dalam sejarah masa lalu Spanyol yang kelam. Terperangkap dalam dunia yang penuh kekerasan, dunia yang real, dunia yang seharusnya nggak dirasakan oleh anak sekecil itu. Yang seharusnya masih bisa mendengar buaian nina bobok seorang Ibu, sayangnya ia harus menghadapi itu semua. Spanyol setelah perang sipil pada tahun 1944, setelah diktator Jendral Francisco Franco memenangkan perang sipil di Spanyol. Menyisakan sedikit perlawanan dari gerilyawan di daerah Spanyol utara yang terpencil dan berbatasan dengan negara lain. Ofelia harus pindah dari Ibukota ke daerah terpencil mengikuti ayah tirinya Kapten Vidal seorang fasis yang kejam. Dengan Ibunya yang sedang mengandung adik laki – lakinya, Ofelia yang kesepian dan merasa asing menciptakan sendiri dunianya. Dunia yang berisi tentang negeri dongeng dimana ia bertemu dengan sesosok makhluk bernama Faun di sebuah labirin dekat benteng pertahanan itu. Sebuah labirin yang sudah ada jauh sebelum perang dan bahkan mungkin sebelumnya, fantasinya mungkin merupakan sebuah ‘kompensasi’ psikologis seorang anak dari dunianya yang berisi kekerasan yang biasa dilakukan Ayahnya dan kekerasan yang biasa dilihatnya pasca perang sipil, Spanyol dibawah rezim fasis Jendral Francisco Franco. Sebuah Dark Fantasy yang menarik.

***

Ofelia seorang gadis yang suka membaca dongeng, ia harus ikut Ibunya Carmen pindah kesebuah tempat terpencil di utara Spanyol. Sebuah kubu pertahanan terluar pemerintah terhadap sisa – sisa gerilyawan yang bersembunyi di gunung. Ayah tirinya Kapten Vidal pemimpin di Military Outpost tersebut, seorang yang kejam. Ibunya yang sakit dan mengandung adik laki – lakinya, Ofelia yang kesepian dan merasa asing menciptakan sendiri dunianya. Dunia yang berisi tentang negeri dongeng.

Di post militer itu ia berteman dengan Mercedes, pengurus rumah tangga disitu. Mercedes rupanya adalah seorang informan bagi para gerilayawan yang salah satunya adalah Pedro saudaranya sendiri. Ia berusaha melindungi Ofelia dan juga Ibunya dari kekejaman ayah tirinya. Sang Kapten nggak akan segan membunuh siapapun yang nggak sesuai dengan kehendaknya, bahkan ketika seorang pemburu kelinci ditangkap karena dituduh memberontak karena membawa senjata ia langsung membunuh orang itu dengan kejam tanpa sedikitpun mendengar penjelasannya. Walaupun pemburu tersebut sudah mengatakan bahwa ia berburu untuk keluarganya yang sedang sakit dan kelaparan yang dibuktikan dengan ditemukannya seekor kelinci yang sudah mati didalam tas mereka.

Ayah tirinya Kapten Vidal seorang fasis, sebagai seorang militer ia menyadari bahwa suatu saat ia akan mati, mungkin dibunuh oleh gerilyawan atau pertempuran. Ia selalu menyimpan arloji, arloji yang akan dipecahkannya pada waktu kematiannya seperti yang dilakukan ayahnya seorang perwira militer yang meninggal ketika Spanyol menyerang Maroko. Ia berharap hal itu akan meperlihatkan ketegarannya mengadapi hari kematiannya sendiri yang akan diperlihatkan kepada anaknya kelak. Itu yang membuat ia tidak akan segan untuk membunuh siapapun yang menghalangi jalannya. Ia berkata kepada dokter yang merawat istrinya, kalaupun pada waktu nanti istrinya melahirkan dan harus memilih antara menyelamatkan istrinya atau bayinya ia lebih memilih menyelamatkan bayinya dari pada istrinya.

Sementara ayah tirinya berusan dengan para gerilyawan, Ofelia pada suatu malam terbangun dari tidur dan melihat seekor serangga yang ditemuinya dihutan. Serangga itu berubah menjadi peri dan mengantarnya menuju labirin dan bertemu sesosok makhluk ajaib bernama Faun. Faun berkata bahwa ia adalah pelayannya dan sebenarnya Ofelia adalah putri dari Raja Underground Realm, Putri Moanna yang sudah meninggal. Underground Realm adalah dunia yang nggak ada kebohongan dan rasa sakit. Putri Moanna meninggal karena terpikat dari dunia manusia dan meninggalkan dunianya, ketika ia keluar dari duniannya sinar matahari mmebutakan matanya dan menhapus ingatannya, kedinginan dan kesakitan ia akhirnya meninggal. Raja merasa sedih dengan meninggalnya Putri Moanna tapi menyadari bahwa spiritnya akan kembali ke dalam diri seseorang walupun di ruang dan waktu yang lain. Faun memberi Ofelia sebuah buku Crossroads yang akan memandunya melakukan tiga buah tugas yang harus dilakukannya sebelum bulan purnama. Tiga tugas itu akan dapat membawanya kembali ke dunianya dan bertemu dengan ayah dan ibunya disana.

Tugas pertama adalah mengambil sebuah kunci dari perut kodok raksasa yang menghuni akar pohon yang sudah tua di hutan. Ia berhasil melakukan tugas tersebut, tapi kuatir akan kondisi Ibunya yang memburuk Faun memberinya akar Mandragora / Mandrake yang dapat menyembuhkan Ibunya. Tugas kedua ia harus mengambil sebuah belati dari ruang yang dijaga oleh sesosok makhluk yang aneh yang duduk diam di ujung sebuah meja yang berisi banyak sekali makanan, ia diperingatkan oleh Faun agar tidak memakan makanan apapun yang terdapat dimeja walaupun ia ingin sekali memakannya dan harus kembali sebelum pasir yang terdapat pada jam pasir habis. Ofelia berhasil mendapatkan belati itu tapi melanggar larangannya, ia memakan dua buah anggur yang akhirnya membangunkan makhluk itu. Makhluk itu bangun dan memakan dua orang peri yang ikut bersama Ofelia, ia hampir saja menangkap Ofelia yang berhasil lolos. Faun yang mengetahui Ofelia telah melanggar larangannya marah dan menolak memberikan tugas ketiganya.

Sementara itu Kapten Vidal berhasil menangkap seorang pemberontak, ia berhasil mengetahui bahwa Merceder adalah seorang infroman bagi para pemberontak. Pemberontak itu akhirnya meninggal setelah disuntik mati oleh dokter yang menolong Ibu Ofelia karena permintaannya sendiri. Selama ini Dokter itu juga turut membantu pemberontak dengan menyediakan obat – obatan bagi mereka secara rahasia. Dokter itu akhirnya meninggal ditembak oleh Kapten. Tanpa sengaja ia melihat Ofelia yang sedang memerikasa akar Mandrake di bawah tempat tidur Ibunya, Kapten Vidal dan marah dan menyuruh seseorang untuk mengurung Ofelia di kamar. Ofelia yang mencoba menjelaskan kepada Kapten dan Ibunya bahwa akar adalah akan Mandrake yang dapat menyembuhkannya mengatakan bahwa ia terlalu banyak membaca cerita dongeng. Ibunya membuang akar mandrake ke dalam perapian, akar mandrake itu menjerit karena panas. Setelah akar mandrake itu dibakar kondisi Ibunya semakin buruk, ia meninggal setelah melahirkan adik laki – laki Ofelia.

Mercedes yang mencoba melarikan diri menemui Ofelia di kamarnya, Ofelia memaksa untuk ikut dengan Mercedes lari. Sang Kapten yang tahu peran Mercedes menangkapnya dan menyiksanya sedangkan Ofelia dikurung di kamarnya. Mercedes yang telah tertangkap, ditanyai dan disiksa oleh Kapten berhasil lolos dengan pisau yang disembunyikannya, ia memutuskan tali pengikatnya dan bahkan berhasil melukai Vidal dengan parah. Ia memperingatkannya agar jangan lagi menyiksa Ofelia dan lari menuju hutan dikejar oleh para pasukan berkuda. Mercedes terkepung tapi lolos setelah ditolong oleh para gerilyawan.

Ofelia yang dikurung oleh ayah tirinya bertemu dengan Faun lagi. Ia telah memaafkan Ofelia dan memberinya tugas terakhir, ia harus membawa adiknya ke labirin itu. Ofelia yang berhasil keluar dari kamarnya melalui pintu yang digambarnya menggunakan kapur ajaib pemberian Faun berhasil menyelinap ke kamar Kapten Vidal. Hampir saja ketahuan oleh ayah tirinya, untunglah ketika itu masuk seorang prajurit yang melaporkan bahwa pasukan yang mengejar Mercedes pulang dalam dalam keadaan terluka. Seorang anak buahnya yang paling ia percaya Garces mati dan Serrano wakilnya juga terluka.

Setelah ayah tirinya keluar dari kamarnya Ofelia meneteskan obat penenang yang diberikan oleh Dokter Ibunya ke minuman ayahnya. Ofelia membawa adiknya tapi sebelum keluar, ayahnya telah kembali ke kamarnya. Ia meminum minumannya, Ofelia yang hampir saja berhasil membawa adiknya tanpa ketahuan ayahnya ketahuan setelah pada waktu bersamaan sebuah bom dari gerilyawan yang meledak membuat sang kapten terkejut dan melihat Ofelia membawa adiknya sudah berada di berada di ambang pintu keluar kamarnya. Sang Kapten berusaha membujuk Ofelia untuk menyerahkan adiknya, tapi Ofelia malahan berlari menuju ke labirin dikejar ayah tirinya yang sudah mencabut pistolnya dan berjalan terhuyung menuju labirin.

Sementara para gerilyawan dan Mercedes telah berhasil merebut post militer itu menuju kamar Ofelia yang ternyata telah kosong. Ofelia akhirnya bertemu Faun yang menyuruhnya untuk menyerahkan adiknya sambil membawa belati. Ia berkata dibutuhkan setetes darah seorang yang masih suci buat membuka portal menuju ke Underground Realm. Ofelia menolak menyerahkan adiknya, ia lebih memilih keselamatan adiknya. Ayah tirinya yang berhasil menyusulnya melihat Ofelia sedang berbicara sendiri, Ofelia kemudian menyerahkan adiknya kepada ayah tirinya yang kemudian menembaknya. Kapten Vidal yang kemudian keluar dari labirin menyadari telah dikepung oleh para gerilyawan, ia menyerahkan bayinya dan menyadari kematiannya akan datang mengambil arlojinya. Ia berkata kepada Mercedes agar ia memberikan arloji tersebut kepada anaknya kelak agar ia bisa mengetahui waktu kematian ayahnya dan bahwa ayahnya seorang yang pemberani. Tapi Mercedes menolaknya dan mengatakan bahwa anaknya kelak bahkan tidak akan mengetahui siapa nama ayahnya. Kemudian Pedro mengambil senjatanya dan menembak sang kapten di kepala. Mercedes kemudian mencari Ofelia di tengan labirin dan menemukan Ofelia yang sedang sekarat kemudian menyanyikan lagu selamat tidur baginya seperti yang biasa dilakukannya. Ofelia kemudia bertemu dengan Raja dan Ratu Underground Realm, Faun kemudian berkata bahwa ia telah melakukan tugasnya. Ia telah menggantikan darah seorang yang suci dengan darahnya sendiri, itu merupakan tugas yang lebih sulit dan ia telah berhasil. Ia akhirnya dapat berkumpul kembali dengan Raja dan Ratu Uderground Realm. Sementara Mercedes menyaksikan Ofelia tersenyum seakan ia telah bertemu sesuatu yang diimpikannya.

peaceloveandrespect.jpgSetelah tiga belas tahun Gigi bermusik, akhirnya mereka membuat sebuah album akustik. Mungkin masa akustik sudah lewat tapi ternyata itu nggak menghalangi Gigi unutuk membuat album versi akustik.

Peace, Love ‘N Respect merupakan kalimat ikon Gigi sejak lama, mereka akhirnya membuat album dengan title ikon mereka itu.

“Musik adalah pengikat kebersamaan kami. Kami hidup untuk musik dan musik pulalah yang menghidupi kami. Sampai kapanpun kami akan terus mempunyai passion di musik. Inilah resep yang membuat kita bertahan hingga tiga belas tahun”. (Armand Maulana vokalis Gigi)

Membuat album akustik keliatannya memang seperti mudah, tapi ternyata nggak segampang itu, butuh kreativitas yang tinggi untuk membuat album akustik yang bagus. Di album ini mereka harus mengganti instrumen mereka dan berlatih menggunakan instrumen akustik. Budjana harus meninggalkan elektrik gitarnya dan menggantinya dengan gitar string dan nylon. Dan Hendy dan Thomas harus menyesuaikan sound drum dan bass mereka. Memang segala efek gitar dan elektrik lainnya bisa digantikan dengan string section, perkusi dan vokal personil yang lainnya sebagai backing vocal (misalnya lagu di track 9).

Track Listing:
1. Nakal
2. 11 Januari
3. Kagum
4. Matikan Cintaku
5. Cinta Palsu
6. Untukmu
7. Tuk Rasa… Tuk Cinta
8. Romansa Yang Hilang
9. Percayalah
10. Kembalilah Kasih

Masih dengan format musik yang sama, Gigi kelihatannya kembali pada ‘semangat’ awal mereka setelah 13 tahun. Setelah Gigi di bentuk mereka harus terus mengganti sound musik mereka karena kehilangan personilnya. Nggak tahu kenapa album ini mengingatkan gw dengan album keduanya Gigi.

Beberapa track yang menarik buat didengerin

Nakal
Musiknya benar – benar aneh, tapi enak didengerin berkali-kali. Kedengeran seperti lagu dangdut?. Mereka sebenarnya meciptakan lagu ini ketika menunggu grup /rif selesai main dipanggung pada waktu mereka pentas bareng, mereka iseng – iseng mainin musik. Pada awalnya liriknya bercerita tentang linkungan. Musiknya yang catchy menjadikan single ini dijadikan single pertama album ini.

11 Januari
Ini Track yang mempunyai benang merah dengan album – album mereka terdahulu. Nggak tahu kenapa gw teringat dengan album ke dua mereka setelah dengerin lagu ini. Liriknya yang romatis tapi nggak cengeng. Enak buat didengerin berkali – kali. Aransemen musiknya diciptain oleh Budjana dan liriknya oleh Armand.

Kembalilah kasih sebuah lagu lama cintaan Thomas yang sempat dibawain Anggun sebelum go internasional. Sound musiknya dirubah menjadi kalem dan enak didengerin dibantu oleh Indra Lesmana yang mainin piano di track ini. Beberapa lagu yang temponya agak cepat adalah Matikan Cintamu dan Tuk Rasa… Tuk Cinta. Percayalah dengan gaya vintage tahun ‘70an dengan perkusi dimainkan oleh Adjie Rao.

source website Sony BMG Indonesia

amores_perros_poster.jpgSebuah anthology film di sutradarai oleh Alejandro González Iñárritu, 3 buah cerita yang menceritakan tentang manusia – manusia yang mencoba untuk mengapai hidup lebih baik berakhir dengan kemalangan, tokoh – tokoh dalam ketiga kisah itu malah terjebak kedalam hidup yang lebih gelap dan mengerikan. Semua kisah itu diikat oleh sebuah peristiwa kecelakaan mobil yang merubah ‘jalan’ ketiga kisah cerita yang berbeda.

Susana adalah istri dari Ramiro kakak Octavio, Octavio nggak menyukai perlakuanya terhadap Susana. Octavio yang mencintai Susana mencoba meyakinkan Susana untuk meninggalkan Ramiro dengannya. Susana yang hamil menyembunyikan kehamilanya karena takut Ramiro akan marah sedangkan ia juga masih mempunyai bayi yang masih kecil. Ramiro bekerja di departemen store pada siang hari tapi menjadi penjahat / perampok bank di malam hari untuk menghidupi keluargannya.

Membutuhkan uang untuk lari Octavio terlibat dengan bisnis gelap pertarungan anjing, ia mempertarungkan anjing Ramiro yang setiap hari dirawatnya dan nggak dipedulikan oleh Ramiro. Awalnya semua berjalan lancar, Susana yang mulai yakin akan cinta Octavio menerima uang hasil pertarungan anjing dan menyimpannya sesuai petunjuk Octavio. Tapi semuanya menjadi kacau ketika Cofi anjingnya ditembak oleh rivalnya yang kemudian ditikamnya. Terjadilah kejar – kejaran mobil, kawan – kawan orang yang ditusuk itu mengejar dan menembaki mobilnya. Setelah melintas sebuah trafic light yang sedang berwana merah terjadilah kecelakaan yang menyebabkan kematian sahabatnya dan Octavio cedera parah.

Valeria seorang model baru saja mendapatkan kontak dan pindah ke apartement baru yang dibelikan oleh kekasih gelapnya seorang penerbit majalah yang sukses Daniel yang telah berkeluarga. Semua impian Valeria harus berakhir ketika mobilnya tertabrak di persimpangan oleh mobil Octavio, hingga menyebabkan kakinya terjepit dan cedera parah. Ia harus menghadapi kenyataan harus berada di kursi roda selama masa penyembuhan kakinya. Tiba – tiba anjingnya menghilang di bawah lantai rumahnya setelah mengejar bola yang dilemparnya, hilangnya anjing itu selama tiga hari telah menyebabkan konflik yang semakin meruncing dengan Daniel dan menyembabkan amputasi kakinya disebabkan karena infeksi setelah mencari anjingnya di bawah papan lantai apartementnya. Setelah diamputasi maka hilanglah segala impian dan karir modelnya dan dibatalkannya kontaknya dengan sebuah perusahaan parfum. Daniel harus menghadapi kenyataan meninggalkan anak dan istrinya demi Valeria yang sekarang diamputasi kakinya dan kehilangan kariernya sebagai model.

El Chivo seorang yang hidup dijalanan bagai tunawisma dan memelihara anjing – anjing yang dibuang oleh tuannya di jalan. Ia mantan seorang guru yang mengikuti kata hatinya dan menjadi gerilyawan meninggalkan kehidupannya yang bahagia dengan istri dan seorang putrinya. Hal itu menyebabkan ia dipenjara, hingga istrinya harus membohongi putrinya Maru mengatakan bahwa ayahnya sudah meninggal dan kemudian menikah lagi. Setelah dibebaskan ia hidup sebagai seorang pembunuh bayaran, pada suatu hari ia memperoleh pekerjaan unutk membunuh seseorang yang ternyata adalah saudaranya sendiri. Ia hampir saja membunuhnya ketika terjadi kecelakaan mobil Octavio, ia kemudian menolong Octavio dan juga anjingnya. Karena dikira sudah mati anjing Octavio ditelantarkan saja di pinggir jalan dan diselamatkan olehnya, yang menyedihkan ketika dia pergi Cofi yang dilatih untuk bertarung membunuh semua anjingnya. Ia hampir saja membunuh Cofi, tapi menyadari bahwa hidupnya nggak lebih baik dari anjing itu. Ia akhirnya menculik client serta korbanya dan mengikat mereka berdua dan mengatakan bahwa mereka seperti Cain dan Abel, membiarkan mereka menyelesaikan sendiri masalah mereka dengan meninggalkan sebuah pistol dan membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Ia kemudian berusaha menghubungi putrinya dan meninggalkan pesan pada mesin penjawab telepon dan meninggalakan uang untuknya, tapi tetap ia nggak berani menghadapi putrinya dan memilih untuk pergi meninggalkanya dengan meninggalkan pesan di rumahnya yang sedang kosong.

Film ini merupakan González Iñárritu “death trilogy” yaitu film Amores Perros, 21 Grams dan Babel. Scene dimulai dengan kejar – kejaran mobil dan kecelakaan mobil, kemudian kisah flashback ke tiga kisah berbeda yang terkait dengan kecelakaan itu. Beberapa visual dalam film ini tidak cocok buat anak – anak, seperti adegan seks, kekerasan dan darah. Dan di awal filmnya ditulis bahwa nggak ada binatang yang dilukai dalam pembuatan film ini.

gambar dari en.wikipedia.com

optimus_final.jpgNonton Transformers jadi ngigetin ketika dulu film ini masih film kartun. Memang film ini lemah dari segi pengembangan karakter. Dikisahkan sebuah planet bernama Cybertron hancur disebabkan oleh ulah sekelompok pemberontak pimpinan Megatron. Peperangan yang terjadi antara The Autonomous Robotic Life Form atau Autobot yang dipimpin oleh Optimus Prime dan kelompok penjahat yang bernama Decepticons yang di pimpin oleh Megatron, mereka memperebutkan sebuah kubus yang merupakan ‘benih’ bagi semua kehidupan robot di planet Cybertron. Setelah planet Cybertron hancur diceritakan Allspark beserta Megatron terjatuh di Artic dan membeku selama puluhan tahun di dalam es, kemudia ditemukan oleh Captain Archibald Witwicky seorang penjelajah Artic dan tanpa sengaja ia menghidupkan alat navigasi Megatron. Alat navigasi itu membuat sebuah kordinat yang ditanamkan di dalam kaca mata kapten Archibald tanpa sepengetahuanya.

Setelah beberapa puluh tahun Decepticons akhirnya mendarat di bumi dan menyamar sebagai kendaraan mencoba mencari Sam Witwicky yang merupakan keturunan dari Archibald untuk mendapatkan koordinat Allspark. Tanpa sepengetahuan mereka sebuah Autobot bernama Bumblebee yang menyamar sebagai mobil Chevrolet Camaro juga telah mendarat di bumi dan berhasil mengetahui keberadaan Sam. Sam yang nggak menyadari bahwa mobilnya adalah alien mulai menjalin ‘persahabatan’ dengan mobilnya, Bumblebee juga mencoba menolongnya untuk mendapatkan perhatian Mikaela cewek yang disukai Sam.

Sampai suatu saat ketika Sam melihat mobilnya yang dapat berjalan sendiri tanpa seorangpun mengemudikannya dan melihat perubahannya menjadi Autobot. Ia melarikan diri ketakutan diikuti oleh Mikaela yang akhirnya malah bertemu dengan Barricade seorang anggota Deceptions yang menyamar sebagai mobil polisi, ia ditolong oleh Bumblebee dan melihat pertarungan para robot raksasa ini. Setelah berhasil mengalahkan Barricade, Bumblebee yang vocal processorsnya rusak menggunakan suara siaran radio untuk berkomunikasi dengan Sam. Bumblebee kemudia mengenalkanya dengan semua anggota Autobot. Optimus Prime (truck) pemimpin autobot, Jazz (pontiac soltice) wakil autobot, Ironhide (pick-up truck) weapon spesialist, Rachet (hummer) medic dan scientist. Bersama mereka kemudia bertarung melawan komplotan Decepticons.

Di sutradarai oleh Michael Bay yang ternyata bukan fans dari tarnsformers, tapi ternyata dia berhasil membuat interpertasi yang realistik dari versi katunnya. Ada beberapa yang dirubah misalnya nama – nama anggota Decepticons selain Megatron yang berbeda walaupun berprofile sama. Selain itu misalnya Bumblebee yang versi kartunnya berbentuk VW Beetle di rubah menjadi Chevrolet Camaro. Bahkan bunyi ketika autobot transform dari mobile ke robot pun masih seperti yang film kartun dahulu. Memang ada kekurangan dari kurangnya kedalaman dari karakternya masing – masing tapi ditutupi oleh CGI yang bagus dan detil pertarungan antara robot begitu jelas membuat film ini layak di tonton oleh keluarga dan terutama penggemar transformers versi kartun. 🙂

gambar dari yahoo! movies

Heroes“Some idividuals, it is true, are more special. This is natural selection. It begins as a single individual, born or hatched like every other member of their species. Anonymous, seemingly ordinary, except they’re not. They carry inside them the genetic code that will take their species to the next evolutionary round. It’s destiny” Suresh Mohinder

Kata – kata yang diucapkan Suresh Mohinder unutk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Peter Petrelli pada waktu dia sedang mengemudilkan Taksi dan bertemu pertama kali dengannya. Ini terjadi pada episode pertama Heroes “Genesis”. Film serial produksi NBC ini membuat orang ingin nonton tiap episodenya.

Sebenarnya season 1 serial Heroes sudah selesai tayang dan bagi yang cari season 2 harap sabar aja karena di Amerika sendiri baru akan tayang sekitar bulan September ini. Heroes menceritakan tentang sekelompok manusia yang menemukan bahwa mereka memilki suatu ‘kekuatan’ yang akan mempengaruhi hidup mereka dan masa depan dunia.

Mereka adalah manusia yang spesial yang akan membawa spesies mereka pada next evolutionary round karena mereka membawa sesuatu dalam gen mereka yang membuat mereka berbeda. Karena proyek human gnome mereka akhirnya diketemukan oleh seorang profesor bernama Dr. Chandra Suresh yang akhirnya terbunuh. Pekerjaannya ini diruskan oleh putranya Suresh Mohinder yang berusaha menemukan para manusia spesial ini dan mungkin mengajari bagaiman cara mengontrol kekuatan mereka.

Mereka diantaranya adalah:

• Hiro Nakamura Bend space and Time, Teleportasi dan menghentikan waktu.
• Isaac Mendez mampu melukis masa depan
• Claire Bennet Rapid cell regeneration dapat sembuh dengan cepat dari cedera / luka.
• Peter Petrelli empath ia mampu mencopy kekuatan super lainnya apabila didekat orang tsb ia bisa mengubah DNAnya sama dengan Heroes lainnya yang pernah ia pelajari yang bahakan kemudian ia bisa menggunakan kemampuan yang pernah dicopynya walau nggak berdekatan dengan orangnya (kemampuan yang akhirnya dapat dipelajarinya)
• Nathan Petrelli Terbang
• Niki Sanders Superhuman
• D.L Hawkins menembus dinding / menghilang
• Micah Sanders Technopath mampu mengendalikan peralatan elektronik.
• Matt Parkman telepathy
• The Haitian mampu menghapus pikiran, mengurangi, menghalangi atau menghilangkan sementara kemampuan manusia super lainnya apabila ia di dekat orang itu.
• Molly Walker mampu menentukan lokasi orang dengan kemampuan spesial lainnya hanya dengan memikirkannya.
• Sylar seorang serial killer tokoh antagonis di serial ini yang mempunyai kemampuan misterius, ia mampu mengusai kekuatan hero setelah membunuh mereka dan memakan otaknya.
• Ted Sprague dapat menghasilkan radiasi dari tangan dan tubuhnya

 

Setelah orang – orang ini menemukan kekuatan mereka, mereka mengetahui bahwa tugas mereka adalah menyelamatkan dunia dari sebuah bencana yang akan terjadi di masa depan yang diramalkan dalam lukisannya Isaac Mendez.

Sebuah bom nuklir akan meledak di kota New York beberapa bulan kedepan, apa yang menyebabkan ledakan bom nuklir itu tidak diketahui. Mereka harus mencegah kejadian bencana masa depan itu. Salah satu petunjuk yang didapat adalah “Save the Cheerleader. Save the World”.

Setelah season 1 selesai ada beberapa pertanyaan yang masih misterius dan beberapa fakta menarik:

  • Keberadaan “The Company” yang masih misterius. Apakah organisasi pemerintah? Dan apa hubungannya dengan Ayah Hiro, Linderman, Ayah Nathan dan Peter Petrelli serta Mr. Bennet.
  • Siapa orang yang Molly Walker katakan lebih kuat dari Sylar? Pada episode terakhir ia berkata, ia bisa mengetahui keberadaan hampir siapa saja kecuali seseorang yang lebih mengerikan dari Sylar, kalau ia menggunakan kekuatanya untuk mengetahui orang itu, orang itu akan dapat melihatnya.
  • Bagaimana Nasib Hiro yang telempar ke Kyoto, Jepang di tahun 1671 ?

Dan masih bayak pertanyaan lainya.

Film yang menarik, pada awal – awal episode mungkin agak membingungkan tapi menjadi jelas setelah pertengahan season. Menurut rencana NBC akan menayangkan season 2 pada 24 September 2007.