apakah ada esensi jiwaku saat ini?
aku siapa?
mimpi siang bolong?!

temanku, dimana kamu?
aku hampir memudar, sirna, musnah, lenyap
jiwaku begitu murah kau jual,
kau tukar dengan singgasana.

Aku,
kan kulewati sisa spiritku
sebelum yang Esa memanggilku
tapi jiwa dan esensiku tetap ada
pada sebagian mereka yang peduli
pada tangis gelisah kaum tetindas

tapi suara itu semakin lirih
karena kau menolak peduli kawan…

 

buat elang

Iklan