beberapa tahun yang lampau………

Semua itu kadang bagai dejavu kuingat kembali, atau kucoba mengingat kembali apa yang terjadi. Yah … semuanya memang bagai kepingan – kepingan sebuah puzzle, tapi kucoba tuk mengingat kembali. Diperlukan sebuah kejujuran dan sebuah pikiran yang open minded untuk mencoba menyatukan kembali segala kepingan – kepingan itu menjadi suatu yang jelas.

Semuanya menjadi kacau, pecah berserak gak jelas mau kemana. Aku merasa aku akan gila, bahkan mungkin sudah GILA. Semua jargon dan term yang kujadikan pijakan saat itu baru kusadari merupakan SAMPAH.

Suatu idiologi dan gambaran yang kedengaran sangat utopian, ternyata suatu yang hanya merupakan daya angan2 dan khayal manusia yang mereka pikir berasal dari semangat anti kemapanan ternyata berasal dari suatu yang sangat idiot dan gak berdasar.

Semua yang keliatannya sangat indah tersebut hanya suatu yang fake dan sampah yang berasal dari imaji manusia yang berpikiran sempit dan gak menyentuh realitas dasar insani. Aku bagai terbuai oleh asap surgawi yang penuh kemunafikan. Sesuatu yang kedengarannya sangat indah tapi dibalik itu semua ternyata kegelapan itu sendiri. Gak berdasar dan rapuh.

Yang kusangka merupakan enlightenment ternyata hanya merupakan sesuatu yang hanya mengambang dipermukaan, yang akan tersapu hanyut oleh riak gelombang yang paling kecil sekalipun.

Semuanya itu nggak akan kumasukan kedalam “pikiran” tapi hanya mau kujadikan pengingat tentang apa yang telah terjadi, sehingga mungkin bisa menjadi sebuah sign yang akan membuatku akan melangkah lebih jauh kedepan.

Jadi disinilah aku mencari – cari dalam kegelapan, berkali2 berpegang pada sesuatu yang kurasa hakiki, ternyata merupakan sesuatu yang sangat rentan dan fragile, sesuatu yang gak bisa disentuh, rapuh dan fana.

Gak tahulah apa aku sudah memperolah pencerahan, tapi setidaknya aku merasa lebih “kaya” dan mengerti atau paling tidak merasa mengerti dan mungkin lebih baik dalam memahami pikiran manusia dan manusia, setidaknya itulah yang ada dalam pikiran gue.

“Kaya” bukanlah hal2 tentang materi tetapi merupakan seuatu yg lebih berarti tentang hakekat segala sesuatu. Gak lagi melihat manusia dari cover dan sesuatu yang menutupi permukaan paling tidak aku akan mencobanya.

Ingin kuteriakan sesuatu. “Wooooooi………Aku akan terus belajar….diam, statis mati itu gak akan kulakuan”. “Segalanya bergerak, yang gak bergerak, statis, jumud, mandek, stagnan berarti MATI”

masih bersambung?……….

Iklan