cloud_1.jpg“Wong urip iku mung mampir ngombe” orang hidup itu hanya mampir minum. Pepatah jawa ini yang biasa disebutkan oleh Bapak biasanya kalau anaknya mulai polah maka si Bapak mungkin akan berkata “Le.. urip iku mung mampir ngombe…….” kepada si Anak yang sedang ngambek minta dibelikan Notebook atau pun barang2 yang gak kebeli oleh kantong Bapaknya.

Artinya bisa juga lain kalau dikatakan kepada seorang Anak yang sedang melihat musibah baik itu pesawat jatuh, kecelakaan. Maksudnya adalah hidup ini hanya sebentar maka kita harus menyiapkan segala sesuatunya nanti buat after life.

Penguasa yang lalim pasti akan jatuh walaupun mungkin akan memakan waktu, yang waktu itu mungkin sepertiga bahkan setengah waktu kita didunia. Apabila sebuah sistem yang tidak sehat (korup) tentu akan memerlukan energy yang lebih kuat buat mengontrol keutuhan dari sistem tersebut, sehingga pada suatu saat energy tersebut tidak cukup kuat mempertahankan “kulit” karena “isinya” yang terlampau besar sehingga pecah. Kenapa kita tidak membiarkan “isi” tersebut dengan sendirinya membentuk kulit yang melingkari sistem tersebut. (tulisan ini gak jelas dan terlalu ngaco kelihatannya aku mulai gila :p).

“Sebuah proses alami yang bermula di dalam satu keadaan kesetimbangan dan berakhir di dalam satu keadaan kesetimbangan lain akan bergerak di dalam arah yang menyebabkan entropi dari sistem dan lingkungannya semakin besar”. Hukum Kedua Termodinamika (bener gak ya sambil garuk2 pala). Entropi adalah derajat ketidakteraturan dalam sistem kalau di ilmu fisika. Itulah kenapa ada The Oracle (menurut gw) di sistem komputer The Matrix, The Oracle menurut gue merupakan entrophy dari suatu sistem besar yaitu The Matrix, ia merupakan suatu katup yang membuat si mesin tetap waras.

Baikalah kembali ke ceritaku, beliau adalah nenekku (dari pihak Bapak) sekarang terbaring sakit, memang usia beliau sudah tidak muda lagi. Sebelumnya Eyang Putri (Nenek dari pihak Ibu) juga sudah meninggal……. sejak saat itu gue jadi lebih mengerti (sedikit) tentang kematian (atau setidaknya itulah menurutku). Dan segala hal yang tentang kehilangan orang yang terdekat dari kita tiba2 menjadi nyata bagiku. Eyang Putri bagiku adalah seperti Ibu yang kedua, mungkin karena pada waktu kecil saya dekat sekali dengan kakek dan nenekku dari pihak Ibu

Tiba2 segala hal tentang kematian ada didepanku, segala tulisan dan artikel yang pernah kubaca tiba2 saja nggak ada artinya karena aku berhadapan langsung dengan rasa kehilangan tersebut. Segala yang kubaca menjadi gak relevan sama sekali, segala sesuatu tersebut tampak seperti sebuah omong kosong, seperti di film atau sinetron gak bermutu.

Pada awalnya adalah rasa marah, tidak aku nggak marah kepada Tuhan. Aku marah kepada DIRI saya sendiri….. kenapa aku tidak?…….. kalau saja?………. Yah pertanyaan2 seperti itu yg ada dalam benakku. Tapi dengan seiring waktu rasa tersebut mulai lenyap. Dan kalau ada yang berkata bahwa segala kesedihan itu akan terhapus oleh waktu aku hanya dapat berkata bahwa itu hanya setengahnya saja benar.

Kehilangan seseorang yang sangat berarti ternyata gak segampang itu terhapus oleh waktu, memang rasa sedih akan terhapus seiring waktu tapi ternyata tetap merasakan sesuatu empty space, suatu kekosongan, jarak, sebuah ceruk dihidup kita yang mungkin gak akan bisa diisi. Lubang itu akan tetap tinggal disitu dihati kita karena gak akan mungkin menggantikan seseorang yang berarti bagi hidup kita. Itu mungkin suatu sign bahwa orang tersebut sangat berarti bagi hidup kita, sayangnya kita terlambat menyadari hal tersebut.

Iklan