Februari 2007


s_hawking.jpg

Across the Universe – The Beatle

Words are flying out like
endless rain into a paper cup
They slither while they pass
They slip away across the universe
Pools of sorrow waves of joy
Are drifting thorough my open mind
Possessing and caressing me

Jai guru deva om
Nothing’s gonna change my world
Nothing’s gonna change my world
Nothing’s gonna change my world
Nothing’s gonna change my world

Images of broken light
Which dance before me like a million eyes
That call me on and on across the universe
Thoughts meander like a restless wind inside a letter box
They tumble blindly as they make their way across the universe

Jai guru deva om
Nothing’s gonna change my world
Nothing’s gonna change my world
Nothing’s gonna change my world
Nothing’s gonna change my world

Sounds of laughter shades of earth
Are ringing through my open views
Inciting and inviting me
Limitless undying love
Which shines around me like a million suns
It calls me on and on across the universe

Jai guru deva om
Nothing’s gonna change my world
Nothing’s gonna change my world
Nothing’s gonna change my world
Nothing’s gonna change my world
Jai guru deva
Jai guru deva

“Ayah…Ibu… kenapa kau bunuh aku, padahal aku masih hidup. Dan mungkin masih lama… kenapa?” seorang anak perempuan kecil yang bertanya pada Ayah Ibunya sambil memperlihatkan sebelah kakinya yang mengecil karena polio.

Percakapan itu mungkin hanya rekaan yang hanya ada didalam pikiran gue. Beberapa waktu yang lalu di Indonesia diributkan dengan banyaknya kasus lumpuh layu dan polio yang disebabkan oleh kurang gizi dan virus polio. Nggak gue nggak akan ngomongin masalah kurang gizi karena hal tersebut sudah banyak diomongin oleh stasiun tv, media massa,dll. Yang mau gue omongin adalah gimana nasib si anak yang mengalami penyakit tersebut.

Sebagian orang beranggapan bahwa, apabila seorang anak terserang polio maka (sebagian) orang berangapan habislah anak tersebut, dia gak punya masa depan, akan dijauhi oleh teman2, gak bisa sekolah, dan segala ungkapan yang pesimistik dan gak akan membantu si anak, gue ulangi NGGAK AKAN MEMBANTU.

Padahal sianak tersbut masih punya harapan, seandainya diberi kesempatan. Okelah.. mungkin karena kemiskinan keluarganya sehingga si anak gak akan bisa disekolahkan di SLB dsb.

Dari hal diatas tersebut ada yang mau gue katakan. WOOOI wake up man! anak ini masih hidup dan punya otak dan pikiran yang sehat. Dan semua itu gak bisa dibunuh begitu aja. Please beri dia kesempatan dan bantuan buat nerusin ‘mimpi’ yang dia punya nggak hanya dicekokin dengan segala hal pesimistis yang justru dilakukan oleh para ortu dan yang lainnya.
Jadi jangan ajari anak2 tersebut untuk ‘meratapi nasibnya’, toh anak tersebut mungkin juga gak ingin dikasihani dan masih punya semangat hidup yang mungkin lebih besar dari kita yang normal. Bahkan Stephen Hawking fisikawan terkenal dari Inggris itu pun hidup di atas korsi roda walaupun bukan karena penyakit polio. Kasus ini nggak hanya sebatas pada anak yang terkena polio tapi juga kasus2 lainya.

gambar dari situs ini

Iklan

ncp-mdw.gif

Maap2 beberapa tulisan gue memang ada yang berdasarkan tulisan (blog) atau situs lainnya, tapi gue lupa buat nyebutin sourcenya. Dan juga tentu saja beberapa foto, sumber dari beberapa tulisan gw diantaranya: Blognya Kang Jay tulisan dia dan fotonya tentang Gie dan tentu saja situs miles production. Juga beberapa situs id.wikipedia tentang Gie dan Che. Cupumanik reviewnya aku dapetin dari profile myspacenya cupumanik. Dan yang lainya gue dapetin dari googling. Maaf kalau ada yang ngrasa tulisan gue comot dan kalau mau comment silahkan. Yah… “Blog juga karya cipta jadi jangan asal copy paste” saya akan mencoba untuk melakukannya, menghargai karya cipta orang lain………..

standoff.jpgNggak tau lah kenapa gue, ingin nulis entri ini. Akhir2 ini gue dengenrin beberapa lagu2 koleksi gue yg lama. Ada beberapa lagu Indonesia yang menurut gue kontemplatif dan beberapa ada yang menurut gue artinya yang gak hanya di permukaan aja (dalam). Beberapa diantaranya misalnya Ungu, Dewa, dll. Apa sih menurut gue? apabila sebuah lagu dapat membuat kita sebagai manusia (hamba Allah) menjadi ingat kepadaNya duduk besimpuh dan menyadari betapa besarnya Allah dan betapa kecilnya kita manusia dibanding alam semesta ciptaannya. Gue mungkin akan mencoba mencoba menuliskan sebuah analogi tentang hal itu, bila mendengar sebuah lagu yang kontemplatif maka seaakan jantung kita dihujam oleh sesuatu yang tiba2 saja menyadarkan dan diiris – iris nurani kita untuk menyadarkan kita pada “kesadaran yang lebih tinggi” (halah!)

Kalo ngomongin dewa terus terang gak akan bisa dilepaskan dari pentolannya. Ya yang gue maksud Ahmad Dhani, orang ini memang pribadi unik kalau gak mau dibilang sombong. Bisa dikatakan sebelum dihinggapi apa yang diistilahkan Dhitos di situsnya kehidupan cinta diri yang berlebih (baca narsis). Dewa sempat meciptakan lagu yang kontemplatif diantaranya di eranya Ari Lasso. Lagu yang gue maksud tersebut diciptakan sekitar tahun 1998 (kalo gak salah) mungkin dipengaruhi oleh kondisi sosial dan politik Indonesia saat itu.

Hai Jibril, perkenankan aku
Melintasi dimensi waktumu
‘Tuk meraih dirimu dirimu

Reff :
Kaulah persembahan dari surga
Berilah aku setitik kuasanya
‘Tuk meraih kemenangan
Bagi yang berhak
Yang selalu dilindas – lindas
Tirani yang membawa namaNya

Bahwasanya mereka berkuasa
Diatas tangis dan sebuah kekalahan
Tapi Dia yang maha berkuasa
Back to Reff :

(Sebarkanlah burung ababil yang pernah turun ke dunia)
(Lemparkanlah batu api batu api dari neraka)
(Hujamkanlah semuanya kepada penguasa lalim)
(Hujamkanlah semuanya kepada penguasa lalim)
Back to Reff :

Lagu yang gue maksud adalah “Persembahan dari Surga” beberapa diskusi dan interpertrasi yang menarik dapat di lihat di forum kaskus Yah interpertasi tsb. mungkin khusus buat seorang muslim?, tapi menurut gue lagu tersebut memang mengambarkan sebuah kondisi kaum papa yang “selalu dilindas-lindas tirani yang membawa namaNya”.

gambar dari situs cnn